slide show
Sosialisasi Kebijakan Ditjen Pendidikan Tinggi Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Kkni) Tahun 2012
Ditulis oleh Administrator   
Rabu, 10 Oktober 2012 08:29

Jumat, 5 Oktober 2012, Sylvi Dewayani , Staf Ahli Dikti yang menangani KKNI diundang USB untuk memberikan wawasan KKNI dan disambut sangat antusias oleh pejabat struktural serta para dosen USB. Pada kesempatan itu disampaikan bahwa, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. KKNI merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia


Foto 1 : Pembicara sedang memaparkan materi presentasi.

 

 

KKNI dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 08 Tahun 2012 serta merupakan pelaksanaan ketentuan Pasal 5 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional (Sislatkernas). KKNI merupakan sistem yang berdiri sendiri dan merupakan jembatan antara sektor pendidikan dan pelatihan untuk membentuk sumber daya manusia nasional berkualifikasi (qualified person) dan bersertifikasi (certified person) melalui skema pendidikan formal, non formal, informal, pelatihan kerja atau pengalaman kerja.
KKNI merupakan kualifikasi yang disepakati secara nasional, disusun berdasarkan suatu ukuran pencapaian proses pendidikan sebagai basis pengakuan terhadap hasil pendidikan seseorang yang diperoleh melalui pendidikan formal, pendidikan nonformal dan pendidikan informal. Dengan adanya KKNI ini akan merubah cara melihat kompetensi seseorang, tidak lagi semata ijazah tapi dengan melihat kepada kerangka kualifikasi yang disepakati secara nasional sebagai dasar pengakuan terhadap hasil pendidikan seseorang secara luas yang akuntabel dan transparan.
KKNI terdiri dari 9 (sembilan) jenjang kualifikasi, dimulai dari jenjang 1 (satu) sebagai jenjang terendah sampai dengan jenjang 9 (sembilan) sebagai jenjang tertinggi. Jenjang kualifikasi KKNI tersebut terdiri atas:
jenjang 1 sampai dengan jenjang 3 dikelompokkan dalam jabatan operator;
jenjang 4 sampai dengan jenjang 6 dikelompokkan dalam jabatan teknisi atau analis;
jenjang 7 sampai dengan jenjang 9 dikelompokkan dalam jabatan ahli.
Setiap jenjang kualifikasi pada KKNI memiliki kesetaraan dengan capaian pembelajaran yang dihasilkan melalui pendidikan, pelatihan kerja atau pengalaman kerja.
Penyetaraan capaian pembelajaran yang dihasilkan melalui pendidikan dengan jenjang kualifikasi pada KKNI dapat dilihat pada bagan berikut ini :


Wakil Rektor I Bidang akademik USB mengatakan, bahwa USB siap melaksanakan kebijakan Ditjen Pendidikan Tinggi tentang KKNI secepatnya , diantaranya adalah membuat semua mata kuliah kompetensi agar para lulusan USB mampu : mengelola, memimpin, mengembangkan riset yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan untuk tujuan-tujuan yang positif, serta mampu mendapat pengakuan nasional maupun internasional serta untuk memenuhi permintaan user (perusahaan). Pada kesempatan mendatang USB akan lebih dalam lagi mengupas KKNI ini dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten.


Contact person : Soesanto M., SH.
Jabatan : Wakil Rektor IV
Telepon Kantor : 0271-852518
No Hp :


 

 


Copy Right © 2011 < SiManis - Puskom - USB >. Valid XHTML and CSS.