slide show
S2 Ilmu Farmasi PDF Cetak E-mail

Membangun kemampuan SDM pada tingkat yang memadai, maka suatu bangsa dapat bersanding dan bersaing dengan bangsa lain di dunia secara konsisten. Dalam kerangka pemikiran tersebut, peran pendidikan tinggi di Indonesia menjadi sangat penting artinya, baik sebagai sumber pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni, maupun sebagai penghasii lulusan yang pada gilirannya lulusan tersebut akan menjadi salah satu pelaku utama dalam knowledge based economy untuk meningkatkan daya saing bangsa. Dalam upaya menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan tersebut, maka sejak tahun 1995 Universitas Setia Budi telah membuka Program S-1 Ilmu Farmasi dan sejak tahun 2000 menyelenggarakan program pendidikan Profesi,Apoteker, yang sampai sekarang telah meluluskan sebanyak 1206 orang Apoteker
Dalam perkembangannya, pada 2007-2008 Universitas Setia Budi membuka program pendidikan baru yaitu Program Pasca Sarjana Universitas Setia Budi yang mengelola :
1.Program studi S-2 Ilmu Farmasi dengan minat utama
(a) Manajemen Farmasi
(b) Penemuan Obat
(c) Double Degree Manajemen Farmasi dengan Apoteker.
(2) Program "Double Degree", melalui surat ijin pendirian dari Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional nomor :
1572/D/T/2007, serta telah mewisuda Magister Sains (M.Si) sebanyak 13 orang pada bulan Oktober 2009 dan sebanyak 9 orang pada bulan Mei 2010.

Tujuan Pendidikan

Universitas Setia Budi membuka Program Studi S-2 Ilmu Farmasi dengan tujuan menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuan dan kapabilitas dalam hal :
a. Mengidentifikasi potensi, peluang serta kendala yang timbul baik ditingkat regional maupun tingkat nasional.
b. Merumuskan permasalahan-permasalahan serta kiat-kiat khusus untuk mengaktualisasikan potensi dan peluang dalam lingkungan yang selalu berubah.
c. Merumuskan langkah-langkah kebijakan untuk mencapai sasaran clan tujuan yang telah ditetap¬kan.
d. Menangani totalitas pelayanan kefarmasian, baik di rumah sakit, industri, apotek maupun pelayanan di institusi dan sarana kesehatan lainnya di masyarakat.

Minat dan Kekhususan
Program S-2 Ilmu Farmasi memprogramkan dua minat utama yaitu :
A. Minat Manajemen Farmasi
(1). Tujuan pendidikan minat utama Manajemen Farmasi Para peserta program dengan minat/konsentrasi ini akan dididik dan dibekali ilmu manajemen Farmasi yang siap pakai dengan mengutamakan :
(a). Kemampuan dan ketrampilan manajerial yang profesional di bidang farmasi, baik di sektor rumah sakit, industri, maupun pelayanan di institusi dan sarana kesehatan lainnya, dengan didasari wawasan yang luas.
(b). Kemampuan dan ketrampilan berkomunikasi sehingga dapat menciptakan jaringan kerja yang efektif dan profesional.
(c). Kemampuan enterpreneurship, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru.
(2). Konsentrasi
Minat utama Manajemen Farmasi dibagi dalam 2 (dua) konsentrasi, yaitu :
(a). Manajemen Farmasi Rumah Sakit
(b). Manajemen Farmasi Administrasi
(c). Manajemen Farmasi Industri
B. Minat Penemuan Obat
Tujuan pendidikan minat utama Penemuan Obat Program Studi S-2 Ilmu Farmasi dengan minat Penemuan Obat adalah mempersiapkan peserta program sebagai ilmuwan yang memiliki:
Kemampuan dalam menemukan, mengembangkan dan menerapkan ilmu kefarmasian guna memperkuat ketajaman berfikir dalam memecahkan berbagai per-masalahan kefarmasian yang dihadapi.
Bekal dan perangkat konseptual, perangkat analisis dan pendekatan praktis dalam mengelola dang mengembangkan masalah-masalah kefarmasian.
Kemampuan dan keahlian dalam mengambil keputusan (Decicion Making) sesuai kapabilitas dan latar belakang keilmuannya.

Sarana Penunjang


Dalam pelaksanaan perkuliahan Program Pasca Sarjana (S-2) Ilmu Farmasi Universitas Setia Budi telah dipersiapkan berbagai sarana penunjang pendidikan bagi para peserta program, sebagai berikut :
1. Ruang kuliah ber-AC, di gedung milik sendiri
2. Perpustakaan dengan bahan pustaka yang memadai
3. Laboratorium komputer
4. Fasilitas internet, serta fasilitas penunjang pendidikan lainnya.
(1) Kemampuan dalam menemukan, mengem¬bangkan, dan menerapkan ilmu kefarmasian guna memperkuat ketajaman berfikir dalam memecahkan berbagai permasalahan kefarmasian yang dihadapi.
(2) Bekal dan perangkat konseptual, perangkat analisis dan pendekatan praktis dalam mengelola dan mengembangkan masalah ¬masalah kefarmasian.
(3) Kemampuan dan keahlian dalam mengambil keputusan (Decision Making) sesuai kapabilitas dan Iatar belakang keilmuannya.

 


Copy Right © 2011 < SiManis - Puskom - USB >. Valid XHTML and CSS.