slide show
158 Apoteker USB Disumpah
Ditulis oleh Swastika Ardhana R., S.I.Kom   
Kamis, 16 Maret 2017 10:07

Sebanyak 158 Apoteker Universitas Setia Budi Surakarta dilantik dan disumpah di hadapan Dekan Fakultas Farmasi, Ketua Komite Farmasi Nasional, dan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia. Pelantikan dan pengambilan Sumpah ini adalah yang ke-31 bagi Program Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Prodi Apoteker Fakultas Farmasi USB, Dewi Ekowati, M.Sc., Apt. dalam Laporan Pendidikan pada acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan XXXI, Rabu (15/3) di Gedung Wanita Sasana Krida Manahan Surakarta.


Pada tahun akademik 2017/2018 Program Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi sudah mencapai angkatan ke XXXIII. Sampai saat ini Program Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi telah menghasilkan lulusan sebanyak 3.314 Apoteker. “Para apoteker yang dilantik dan disumpah hari ini, sudah menempuh kegiatan akademik selama 2 semester dan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA), serta ujian komprehensif yang meliputi bidang Rumah Sakit dan Industri serta bidang Apotek,” tambah Dewi.
 

                                

Sementara itu Rektor Universitas Setia Budi Surakarta, Dr. Ir. Djoni Tarigan, MBA., dalam sambutannya menyoroti tentang kebijakan baru dalam bidang kesehatan khususnya keprofesian apoteker yang dicanangkan pemerintah. Kebijakan baru tersebut terkait UKAI (Uji Kompetensi Apoteker Indonesia). UKAI merupakan kebijakan standar kompetensi profesi seorang apoteker, sehingga kompetensi yang dimiliki setara dengan uji internasional, sekaligus sebagai pengakuan sebagai seorang apoteker yang profesional dan berkompeten. Kebijakan tersebut merupakan salah satu bentuk jawaban pemerintah atas pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), yang berakibat pada semakin meningkatnya persaingan pemberi jasa kesehatan dalam hal ini Profesi Apoteker dari negara-negara di ASEAN.

Sesuai regulasi dari pemerintah, maka Universitas Setia Budi juga telah menjalankan kebijakan terkait UKAI. Harapannya setelah calon Apoteker USB mampu melewati batas nilai standar yang ditetapkan pihak penyelenggara, maka Apoteker lulusan Universitas Setia Budi memiliki kompetensi untuk melakukan pelayanan kesehatan yang bermutu kepada pasien (customer) apotek. Sehingga Apoteker USB tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri namun menjadi tenaga profesi apoteker yang berkompeten, yang mampu melakukan pelayanan optimal kepada masyarakat sehingga layak terjun ke dunia kerja nasional maupun internasional.
Dari 158 lulusan pada periode ini, predikat Lulusan Terbaik diraih oleh Kristina Dewi Wulandari dengan IPK 3,85. Sementara lulusan termuda adalah Jimmy Triputra dengan usia 22 tahun, 1 bulan, 22 hari dan lulusan tertua adalah Wahyu Adi Susilawati dengan usia 46 tahun, 7 bulan, 1 hari.

 


Copy Right © 2011 < SiManis - Puskom - USB >. Valid XHTML and CSS.

Hati-Hati Terhadap Modus Penipuan Dengan Mengatasnamakan Universitas Setia Budi