Pelatihan Kesiapan Mitigasi Bencana Megathrust di Lingkungan Kampus
Indonesia merupakan negara yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, sehingga sangat rentan terhadap bencana alam, terutama gempa bumi dan tsunami. Salah satu potensi bencana yang dihadapi adalah gempa megathrust, yaitu gempa besar yang terjadi di zona subduksi. Gempa ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga mengancam keselamatan banyak jiwa. Pemerintah Indonesia melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akhir-akhir ini menghimbau masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang potensi bencana megathrust. Masyarakat, termasuk sivitas akademika, diharapkan memahami tanda-tanda awal terjadinya gempa, risiko yang ditimbulkan, dan cara menyelamatkan diri. Atas dasar hal tersebut, Universitas Setia Budi Surakarta bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta mengadakan pelatihan yang memfokuskan pada mitigasi bencana. Pelatihan tersebut dilaksanakan pada Selasa (01/10/2024) di lingkungan Universitas Setia Budi, diikuti oleh beberapa perwakilan sivitas akademika mulai dari mahasiswa, anggota Korps Suka Rela USB, dosen, dan tenaga kependidikan.
Pembina
KSR Universitas Setia Budi, dr. Lucia Sincu Gunawan, M.Kes. menjelaskan bahwa
tujuan diadakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KSR dan sivitas akademika
tentang mitigasi bencana megathrust sekaligus meningkatkan kesadaran akan
pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di kalangan sivitas akademika.
Pelatihan kesiapan mitigasi bencana megathrust ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan sivitas akademika, khususnya anggota KSR Universitas Setia Budi, dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Dengan demikian, dampak yang mungkin ditimbulkan oleh bencana tersebut dapat diminimalisir, baik dalam bentuk kerugian material maupun ancaman terhadap keselamatan jiwa.