Soroti Isu Kesehatan Global, USB Adakan Seminar Internasional


Isu kesehatan global saat ini menjadi perhatian utama bagi negara-negara di seluruh dunia. Meningkatnya prevalensi penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung, serta munculnya kembali penyakit menular, seperti tuberkulosis dan HIV/AIDS, menunjukkan tantangan besar yang dihadapi sistem kesehatan global. Dalam hal ini, penelitian farmasi memainkan peran yang sangat penting dalam menyediakan solusi yang efektif dan inovatif untuk masalah kesehatan yang mendesak.

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam bidang farmasi telah membuka peluang untuk pengembangan obat baru dan terapi yang lebih efektif. Hal tersebut disampaikan apt. Dian Marlina., S.Farm., M.Sc., M.Si., Ph.D., selaku ketua panitia pada kegiatan Seminar Internasional tentang Tantangan Kesehatan Global dalam Penelitian Farmasi pada Sabtu (25/01/2025) di Ballroom Hotel Solia Zigna Surakarta.


Dian menambahkan bahwa saat ini tantangan seperti resistensi antibiotik, biaya pengembangan obat yang tinggi, dan aksesibilitas obat tetap menjadi hambatan signifikan. Oleh karena itu, kolaborasi antara akademisi, industri farmasi, dan pembuat kebijakan menjadi sangat penting untuk menciptakan pendekatan yang komprehensif dalam penelitian farmasi. Seminar ini sendiri bertujuan untuk menyatukan para ahli global guna mengeksplorasi perkembangan penelitian dan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan tersebut. Adapun pembicara dalam seminar ini antara lain Dr. Laksana Charoenchai (Rangsit University, Thailand), Prof. Dr. Shabbir Syed Abdul MD, MSc, PhD. (Taipei Medical University, Nur'ainun Binti Mokhtar (Universiti Teknologi MARA), dan Dr. apt. Rina Herowati., M.Si. (Universitas Setia Budi).

Sementara itu, Rektor USB, Dr. Ir. Djoni Tarigan, MBA., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Farmasi USB, yang telah berhasil menyelenggarakan seminar internasional pertamanya. Kegiatan ini menjadi sarana berbagi pengetahuan, bertukar pengalaman, perspektif, dan praktik terbaik antar akademisi dan pakar dari universitas mitra dari berbagai negara. Rektor juga menyoroti bahwa di tengah tantangan dalam menghadapi isu kesehatan global, terdapat peluang yang dapat dimanfaatkan melalui penelitian farmasi yang inovatif. Kemajuan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI), pembelajaran mesin, dan analisis data besar, memungkinkan para peneliti mempercepat proses penemuan obat dengan lebih presisi. Integrasi solusi digital, seperti platform telemedis dan farmasi digital, telah memperluas akses terhadap layanan kesehatan di daerah terpencil. Selain itu, pengembangan obat-obatan berbasis produk alami, yang didukung oleh pendekatan modern seperti pemodelan in silico dan kerangka Quality-by-Design, membuka jalan baru untuk menemukan terapi yang aman dan efektif. “Kolaborasi multidisiplin adalah kunci untuk mengatasi tantangan ini,” ungkapnya.


Tema "Tantangan Kesehatan Global dalam Penelitian Farmasi" berfokus pada peran ilmu farmasi dalam memerangi isu kesehatan global. Topik utama mencakup kemajuan dalam bentuk sediaan farmasi, pendekatan terapeutik baru, dan aplikasi klinis yang menghubungkan penelitian dengan praktik. Sementara itu penelitian farmasi yang menjembatani bioteknologi, bioinformatika, dan ilmu material berpotensi menghasilkan terobosan inovasi dalam pengembangan obat. Dengan mendorong dialog interdisipliner, seminar ini diharapkan bisa mendorong solusi kolaboratif untuk memenuhi tuntutan kesehatan modern guna mencapai masa depan kesehatan global yang lebih baik.