Kuatkan Kompetensi Calon ATLM, FIK USB Adakan Seminar dan Workshop Phlebotomy
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang pengambilan sampel darah yang benar, aman, dan profesional sesuai standar laboratorium medis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Setia Budi (USB) mengadakan seminar dan workshop phlebotomy pada Sabtu (24/01/2026) di Riyadi Palace Hotel Surakarta. Kegiatan yang mengambil tema “Smart Phlebotomists for the Future of Diagnostic Excellence” tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi D3 dan D4 Analis Kesehatan (Teknologi Laboratorium Medik) FIK USB sebagai salah satu bentuk kegiatan akademik yang mendukung proses pembelajaran. Kegiatan ini menghadirkan narasumber antara lain Dosen FIK USB, dr. RM. Narindro Karsanto, MM., serta praktisi phlebotomy, Cahyani Eka Tiastuti, S.Tr.Kes., dan Damar Sulistyantoko, S.Tr.Kes.
Ketua Penyelenggara kegiatan, Rumeyda Chitra Puspita, S.ST., MPH., menyebutkan bahwa pelayanan laboratorium medis merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam mendukung proses diagnosis, pemantauan pengobatan, serta upaya pencegahan penyakit. Akurasi hasil pemeriksaan laboratorium sangat ditentukan oleh kualitas setiap tahapan proses, terutama tahap pra-analitik yang meliputi pengambilan dan penanganan sampel. Salah satu komponen kunci tahap ini adalah prosedur flebotomi, yang menuntut ketelitian, keterampilan teknis, dan sikap profesional dari seorang Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM). “Dalam kurikulum pendidikan Program Studi D3 dan D4 Analis Kesehatan atau ATLM, keterampilan flebotomi termasuk dalam capaian pembelajaran utama yang menuntut mahasiswa untuk mampu melaksanakan prosedur pengambilan darah secara benar, aman, serta sesuai standar operasional prosedur (SOP),” tuturnya. Penguasaan keterampilan ini juga harus disertai pemahaman tentang etika profesi, keselamatan pasien (patient safety), komunikasi efektif, serta prinsip bioetik dalam pelayanan laboratorium. Dengan demikian, kemampuan flebotomi bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi juga cerminan profesionalisme dan tanggung jawab moral seorang ATLM.
Mahasiswa sebagai calon ATLM harus dipersiapkan tidak hanya untuk mahir dalam keterampilan praktis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, tangguh menghadapi perubahan, dan berkomitmen terhadap mutu hasil laboratorium. Oleh karena itu, kegiatan Workshop Phlebotomy menjadi sarana strategis untuk memperkuat integrasi antara teori dan praktik, sekaligus membentuk karakter profesional yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pelaksanaan prosedur pengambilan darah yang berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien. Melalui kombinasi seminar oleh pakar dan pelatihan langsung oleh praktisi, kegiatan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa Program Studi D3 dan D4 Analis Kesehatan (TLM) dengan pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional yang diperlukan untuk menjadi tenaga laboratorium medis yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.