Perkuat Praktik Farmasi Bertaraf Global, Fakultas Farmasi USB Gelar 2nd Setia Budi International Conference on Pharmaceutical and Health (SBICPH)


Fakultas Farmasi (FF) Universitas Setia Budi (USB) menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu kefarmasian bertaraf global melalui penyelenggaraan 2nd Setia Budi International Conference on Pharmaceutical and Health (SBICPH) bertajuk “Global perspective on pharmacy Practice : Pharmacology, Chemistry, Natural Product and Technological Advances”. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sahid Jaya, Surakarta pada Sabtu (7/2/2026) tersebut menjadi forum ilmiah strategis yang mempertemukan pakar, peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara untuk berbagi riset dan pengalaman terkini yang mencakup ranah farmakologi, kimia farmasi, studi produk alam, dan kemajuan teknologi. Kegiatan ini menghadirkan narasumber antara lain Dr. Nut Pipatpanyanugoon, Burapha University, Thailand, Prof. Arai Ichiro, PhD, Nihon Pharmacetical University, Japan, Dr. Hamzeh Alkhatib, Universiti Kuala Lumpur Royal Collage of Medicine Perak (UniKL RCMP), Malaysia, dan Dr. apt. Iswandi, M.Farm., Universitas Setia Budi, Indonesia. Diselenggarakan secara blended (hybrid), seminar ini diikuti oleh mahasiswa farmasi, dosen, dan tenaga profesi yang meliputi: Apoteker, Apoteker Spesialis, Tenaga Vokasi Farmasi, Perawat Vokasi, Ners, dan Dokter Umum.


Ketua penyelenggara kegiatan, Dr. apt. Wiwin Herdwiani, M.Sc., menyebutkan bahwa farmakologi saat ini tidak hanya berfokus pada penemuan obat baru, tetapi juga pada pemahaman mekanisme molekuler dan respon individu terhadap terapi obat. Pendekatan farmakogenomik dan farmakodinamika menjadi bagian penting dalam personalisasi pengobatan untuk meningkatkan efektivitas dan mengurangi efek samping. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang aspek farmakologi modern sangat krusial di kalangan praktisi dan peneliti farmasi agar dapat menerapkan terapi yang tepat berbasis bukti.“Kimia farmasi memainkan peran sentral dalam desain obat yang lebih aman dan efektif, memperpanjang masa simpan, serta mengoptimalkan cara pemberian obat. Perkembangan ini berdampak langsung pada peningkatan mutu produk farmasi yang beredar di pasar global,” tuturnya.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana untuk memperkaya wawasan peserta tentang tren dan isu global yang relevan, serta mendorong kolaborasi yang konstruktif untuk pengembangan ilmu dan praktik kefarmasian yang lebih unggul. Dengan mempertemukan berbagai perspektif dan disiplin ilmu, seminar ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen komunitas farmasi internasional dalam menghadapi perubahan dan tantangan global. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan pelayanan kefarmasian yang berstandar internasional, sekaligus mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui praktik farmasi yang inovatif dan bertanggung jawab.