Mahasiswa USB Karyn Wasti Oktovine Ikuti KKN Internasional Mangoensari Goes Abroad, Hadirkan Akses Pendidikan bagi Anak Pekerja Migran di Malaysia


Program KKN Internasional (KKNI) “Mangoensari Goes Abroad” yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di luar negeri, khususnya di Kuala Lumpur, Malaysia.

Program ini menyasar anak-anak pekerja migran Indonesia yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan formal. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan pembelajaran dasar sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda Indonesia di luar negeri.

Fokus utama kegiatan dalam program ini meliputi; pengenalan budaya Indonesia untuk memperkuat identitas nasional; pembelajaran dasar membaca, menulis, dan berhitung (calistung); dan edukasi dasar untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak pekerja migran

Universitas Setia Budi turut ambil bagian dalam program ini dengan mengirimkan satu mahasiswa terbaiknya, yaitu Karyn Wasti Oktovine Suoth (NIM N16231210), dari Program Studi D4 Analis Kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa peserta KKNI ditempatkan pada lembaga pendidikan nonformal yang dikenal sebagai Sanggar Belajar (SB). Mahasiswa Universitas Setia Budi bertugas di salah satu SB di kawasan pinggiran Kuala Lumpur, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat kota.

Sanggar Belajar tempat pengabdian memiliki empat tingkatan kelas, yaitu:

  • Kelas Bawah, berfokus pada pembelajaran paling dasar.
  • Kelas Menengah, dengan sebagian siswa mulai mengenal kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.
  • Kelas Atas, di mana sebagian besar siswa telah mampu mengikuti kurikulum pembelajaran secara lebih terstruktur.
  • Kelas Khusus, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa.

Melalui pendekatan ini, proses pembelajaran dapat dilakukan secara lebih adaptif sesuai dengan kondisi dan kemampuan peserta didik.

Program KKN Internasional ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata, khususnya dalam meningkatkan literasi dasar anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan karakter, identitas budaya, serta peningkatan kualitas hidup mereka di masa depan.

Perwakilan penyelenggara menyampaikan bahwa program ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa. “Kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga membawa pengalaman internasional yang berharga,” ungkapnya.

Dengan adanya Program Mangoensari Goes Abroad, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat internasional semakin diperkuat dalam upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa, di mana pun mereka berada.