USB Lantik 118 Apoteker Baru dalam Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan Ke-49
Program Studi Profesi Apoteker,
Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi menyelenggarakan Sidang Terbuka
Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan 49 di Alana Hotel & Convention,
Surakarta pada Selasa (12/05/2026). Sebanyak 118 apoteker baru melafalkan
sumpah di hadapan Dekan Fakultas Farmasi, USB dan Kolegium Farmasi
Indonesia. Pengambilan sumpah dan Pelantikan
Apoteker pada hari ini merupakan yang ke-49 kalinya bagi Program Studi Profesi
Apoteker, Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi.
Ketua Program Studi Profesi Apoteker Fakultas
Farmasi, USB, Dr. apt. Tri Wiyajanti, S. Farm., MPH., dalam laporan pendidikannya
menyampaikan bahwa pada Tahun Akademik 2025/2026 Program Studi Profesi Apoteker
Fakultas Farmasi, USB telah mencapai Angkatan ke-51. Sampai acara sumpah hari
ini, Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, USB telah menghasilkan
lulusan sebanyak 5.532 Apoteker. Para Apoteker yang dilantik dan diambil
sumpahnya pada hari ini telah menempuh kegiatan akademik selama 2 semester
yaitu perkuliahan sejak bulan Februari sampai dengan Mei 2025 dan Prakter Kerja
Profesi Apoteker (PKPA) yang dilaksanakan bulan Juni sampai dengan November
2025 pada instansi Rumah Sakit, Industri Farmasi, Pedagang besar Farmasi, Apotek,
dan PKPA pemerintahan meliputi Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Instalasi
Farmasi dan Puskesmas.
Kegiatan akademik selanjutnya
yaitu mengikuti ujian akhir apoteker tingkat institusi, meliputi ujian
Komprehensif bidang Apotek, bidang Rumah Sakit dan bidang Industri. Mahasiswa
yang telah menyelesaikan seluruh kegiatan akademik dan dinyatakan lulus pada
yudisium internal dapat mengikuti ujian nasional yaitu Uji Kompetensi Nasional Peserta
Didik Profesi Apoteker (UKOMNAS PDPA) metode Computer Based Test (CBT) dan
metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE) formatif.
Mahasiswa yang lulus pada ujian nasional dinyatakan lulus Program Profesi
Apoteker USB dan mengikuti pengambilan sumpah dan pelantikan apoteker hari ini.
Sementara itu, Kepala Bidang
Sumber Daya Kesehatan Dinas Provinsi Jawa Tengah, dr. Elhamangto Zuhdan, MKM.
dalam sambutannya mengatakan bahwa pengambilan sumpah Apoteker merupakan bentuk
komitmen mulia untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat
dengan penuh integritas dan profesionalisme. Ia lantas menyinggung
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang membawa berbagai
perubahan dalam pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kefarmasian sehingga
membuka peluang yang lebih luas bagi apoteker untuk berperan strategis dalam
sistem kesehatan nasional.
Di akhir sambutannya, ia berpesan
kepada seluruh apoteker untuk senantiasa menjaga integritas, etika profesi, dan
profesionalisme dalam menjalankan praktik kefarmasian. “Apoteker tidak hanya
berperan sebagai penyedia obat, terapi juga sebagai educator, pendamping masyarakat,
dan agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh
Wakil Rektor III USB, Dr. apt. Titik Sunarni, M.Si., dalam sambutannya. Ia
berpesan kepada lulusan Program Studi Profesi Apoteker, Fakultas Farmasi, USB
Angkatan ke-49 agar senantiasa menjadi Apoteker yang berintegritas, adaptif, dan
responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, tantangan Profesi Apoteker saat ini semakin kompleks, termasuk dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan/ Artificial Intelligence (AI) yang sangat pesat.
“Perkembangan AI bukan untuk
dihindari, tetapi bagaimana dimanfaatkan secara bijak. Di sisi lain, Apoteker juga
dituntut menjadi pemimpin di lingkungan kerja, khususnya bidang kefarmasian,”
ucapnya.
Pada Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan 49 ini, sebanyak 2 mahasiswa dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude, 33 peserta dinyatakan lulus sangat memuaskan, dan 84 perserta dinyatakan lulus dengan memuaskan. Adapun lulusan terbaik pada periode ini adalah Yediya Olvina Unique, S. Farm dengan IPK 3.82. Sedangkan lulusan termuda pada periode ini adalah Ernisha Febriani Rambe dengan usia 22 tahun, 2 bulan, 16 hari, dan lulusan tertua yaitu Sigit Widi Rumpoko dengan usia 34 tahun, 4 bulan, 13 hari.