Diikuti Santri Lansia Petuah Arroyan, USB Gelar Edukasi Pemilihan dan Pengelolaan Sampah
Komunitas Petuah Pondok Pesantren
Arroyan menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Pemilahan dan Pengelolaan
Sampah” yang bertempat di Aula PPM Pondok Pesantren Arroyan, Ngoresan, Jebres,
Surakarta pada hari Minggu (31/5/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para santri
lansia Komunitas Petuah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran
lingkungan dan pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan.
Hadir sebagai narasumber dalam
kegiatan tersebut Dr. Dian Kresnadipayana, S.Si., M.Si. dan D. Andang Arif
Wibawa, S.P., M.Si., dosen Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Setia Budi,
Surakarta. Keduanya menyampaikan materi mengenai pentingnya pemilahan sampah
sejak dari sumbernya, pengelolaan sampah organik menjadi kompos, serta
pemanfaatan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomi.
Dalam pemaparannya, Dr. Dian
Kresnadipayana menjelaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab
bersama yang harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, pemilahan
sampah organik dan anorganik dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di
tempat pembuangan akhir sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Pengelolaan sampah yang baik
dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Dengan memilah sampah, masyarakat
dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menghasilkan produk yang
bermanfaat seperti kompos dan pupuk organik cair,” ungkap Dr. Dian.
Sementara itu, D. Andang Arif
Wibawa, S.P., M.Si. menekankan pentingnya pemanfaatan sampah organik sebagai
sumber bahan baku pembuatan kompos yang dapat digunakan untuk mendukung
penghijauan dan budidaya tanaman di lingkungan sekitar.
Peserta yang merupakan santri
lansia terlihat antusias mengikuti kegiatan. Selain mendapatkan materi
teoritis, peserta juga berdiskusi mengenai berbagai permasalahan pengelolaan
sampah rumah tangga yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi
yang aktif menunjukkan tingginya kepedulian peserta terhadap kebersihan
lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya hidup bersih dan ramah lingkungan di kalangan santri lansia serta menjadi langkah nyata dalam mendukung pengurangan sampah dari sumbernya. Melalui edukasi yang berkelanjutan, Pondok Pesantren Arroyan berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan. Agenda tersebut ditindaklanjuti dengan dibentuknya kepengurusan Kelompok Wanita Tani (KWT) Arroyan.