
Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi (USB) melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan D3 Analis Farmasi dan Makanan (HMJ D3 Anafarma) menyelenggarakan Webinar Nasional dengan tema “Glow Up Tanpa Was-was: Kupas Tuntas Zat Tambahan dalam Kosmetik” pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan seminar secara online ini diselenggarakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai peran serta tanggung jawab analis farmasi dan makanan dalam menjaga keamanan dan mutu di bidang farmasi dan pangan. Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu apoteker, mahasiswa aktif D2/D3/D4/S1/S2, dan masyarakat umum.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Farmasi USB, Dr. Apt Iswandi, S.Si.,M.Farm, dilanjutkan dengan sambutan Kaprodi D3 Anafarma, Ketua Umum HMJ D3 Anafarma, dan Ketua Pelaksana Webinar Nasional 2026. Selanjutnya penyampaian materi oleh narasumber yang berkompeten di bidangnya yakni Kepala Balai Besar POM Semarang, Dra. Rustyawati, Apt, M.Kes.Epid dan Dosen USB, apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sc,M.Si., Ph.D.
Dalam pemaparannya, Dra. Rustyawati, Apt, M.Kes.Epid menyampaikan materi tentang cara memilih kosmetik yang aman dan legal. Beliau menekankan tentang pentingnya memeriksa kemasan, label, izin edar, serta tanggal kadaluwarsa dari suatu produk kosmetik.” Kita jangan mudah tergoda dengan iklan, memilih kosmetik hanya berdasarkan informasi iklan, merupakan suatu tindakan yang kurang bijaksana. Waspadai klaim yang berlebihan dan promosi yang menggiurkan,” ujarnya saat menyampaikan materi melalui aplikasi Zoom Meeting.
Pada kesempatan tersebut, Dra. Rustyawati, Apt, M.Kes.Epid juga menjelaskan tentang penggunaan bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada kosmetik dan efek sampingnya. Mengecek produk kosmetik melalui aplikasi BPOM Mobile, kata beliau, juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran dalam memilih dan menggunakan kosmetik yang aman dan bermutu.

Sementara itu, apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sc,M.Si., Ph.D. mengupas kandungan kosmetik anti aging dari sisi Farmasi dan Kimia. Materi yang disampaikan memberikan wawasan mengenai berbagai bahan aktif yang digunakan dalam produk kosmetik, manfaat, serta aspek keamanan pengunaannya berdasarkan kajian ilmiah.
“Keamanan kosmetik tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga oleh bukti analitik dari laboratorium. Yang terilihat aman belum tentu aman, disinilah peran analis farmasi dibutuhkan,” tandasnya.
Antuasisme peserta dalam kegiatan Webinar Nasioanal ini terlihat dari sesi tanya jawab dan diskusi. Berbagai pertanyaan disampaikan kepada narasumber, mulai dari cara mengenali produk legal hingga pemilihan produk kosmetik yang sesuai dengan kebutuhan kulit. Melalui Webinar ini, HMJ D3 Anafarma berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran untuk lebih bijak dan cermat dalam memilih produk kosmetik aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan.

INDONESIA
ENGLISH