
Program Studi D3 Analis Kesehatan Universitas Setia Budi (USB) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 ini mengangkat isu kesehatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya terkait penyakit tropis dan penyakit menular, melalui edukasi, pencegahan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini.
Kegiatan PKMD 2026 melibatkan 19 mahasiswa yang terbagi dalam tiga kelompok dan melaksanakan kegiatan di tiga wilayah, yaitu Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari; Kelurahan Klodran, Kecamatan Colomadu; serta Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Ketiga kelompok mengangkat tema yang berbeda, namun memiliki tujuan yang saling berkaitan, yaitu meningkatkan pengetahuan, kewaspadaan, dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular serta pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini.
Kelompok 1 melaksanakan kegiatan dengan tema “Penyuluhan dan Pencegahan Dini Penyakit Demam Berdarah” di Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai demam berdarah dengue (DBD), tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan rumah maupun masyarakat.
Edukasi mengenai pemberantasan sarang nyamuk menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada penanganan ketika seseorang telah mengalami sakit, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi tempat yang berpotensi menjadi perkembangbiakan nyamuk. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mampu mengenali tanda awal DBD, meningkatkan kewaspadaan, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan secara mandiri dan berkelanjutan.
Kelompok 2 mengangkat tema “Kenali Gejala TBC, Periksa Dini, Obati Hingga Tuntas” dan melaksanakan kegiatan di Kelurahan Klodran, Kecamatan Colomadu. Edukasi diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai gejala tuberkulosis (TBC), pentingnya melakukan pemeriksaan sedini mungkin, serta menjalani pengobatan hingga tuntas.
Pemahaman yang baik mengenai TBC menjadi penting karena keterlambatan mengenali gejala dan melakukan pemeriksaan dapat meningkatkan risiko penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendorong masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada TBC dan memahami bahwa pemeriksaan dini serta kepatuhan menjalani pengobatan merupakan bagian penting dalam upaya pengendalian dan pemutusan rantai penularan.
Kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan laboratorium dalam mendukung proses deteksi penyakit. Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pemeriksaan kesehatan tidak hanya diperlukan ketika kondisi sudah berat, tetapi juga memiliki peran penting dalam upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit.
Sementara itu, Kelompok 3 melaksanakan kegiatan dengan tema “CEGAH (Cermati Gejala, Galakkan Hidup Bersih, Hindari Leptospirosis)” di Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan ini mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap leptospirosis melalui pengenalan gejala, penerapan perilaku hidup bersih, serta upaya menghindari paparan yang dapat meningkatkan risiko penularan.
Edukasi diarahkan agar masyarakat memahami faktor risiko leptospirosis dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama pada kondisi lingkungan yang berpotensi terkontaminasi. Melalui pendekatan CEGAH, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal leptospirosis, tetapi juga mampu menerapkan langkah sederhana untuk mengurangi risiko paparan serta segera mencari pertolongan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.
Pelaksanaan PKMD 2026 memberikan kontribusi langsung dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya mengenai DBD, TBC, dan leptospirosis. Melalui kegiatan edukasi yang dilakukan secara langsung di lingkungan masyarakat, mahasiswa turut membantu meningkatkan pemahaman mengenai pengenalan gejala, faktor risiko, pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan dini.
Kontribusi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran kesehatan dapat mendorong masyarakat untuk lebih tanggap terhadap gejala penyakit, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengambil keputusan yang tepat untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan kesehatan. Pada akhirnya, peningkatan kewaspadaan dan perubahan perilaku tersebut dapat mendukung upaya pencegahan serta pengendalian penyakit menular di tingkat keluarga dan masyarakat.
Kegiatan ini juga memperkuat pemahaman masyarakat mengenai peran pemeriksaan laboratorium dalam mendukung deteksi penyakit. Hal tersebut menjadi bagian penting dari kontribusi Prodi D3 Analis Kesehatan, karena kompetensi tenaga laboratorium medik tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis pemeriksaan, tetapi juga bagaimana hasil dan pengetahuan laboratorium dapat mendukung upaya promotif, preventif, dan deteksi dini di masyarakat.
Selaras dengan Keunggulan Prodi dalam Pemeriksaan Penyakit Tropis
Kegiatan PKMD 2026 menjadi salah satu bentuk implementasi visi Program Studi D3 Analis Kesehatan Universitas Setia Budi untuk unggul dalam bidang pemeriksaan penyakit tropis.
Pemilihan tema DBD, TBC, dan leptospirosis menunjukkan komitmen program studi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan permasalahan kesehatan di masyarakat. Ketiga isu tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami penyakit secara lebih komprehensif, tidak hanya dari aspek teori dan pemeriksaan laboratorium, tetapi juga dari aspek pencegahan, deteksi dini, edukasi, lingkungan, serta keterlibatan masyarakat.
Ketua Program Studi D3 Analis Kesehatan, Rumeyda Chitra Puspita, S.ST., MPH, menyampaikan bahwa PKMD merupakan bentuk nyata pembelajaran yang menghubungkan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya terampil dalam melakukan pemeriksaan laboratorium, tetapi juga memahami bagaimana kompetensi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Penyakit seperti DBD, TBC, dan leptospirosis membutuhkan kewaspadaan, deteksi dini, serta upaya pencegahan yang melibatkan masyarakat. Karena itu, PKMD menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata.”
Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang memiliki kompetensi teknis, kemampuan komunikasi, kepedulian sosial, serta pemahaman yang baik terhadap permasalahan penyakit tropis di masyarakat. Pengalaman berinteraksi secara langsung dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan mahasiswa untuk menerapkan ilmu secara kontekstual dan memberikan edukasi kesehatan yang tepat.
Dengan terlaksananya PKMD 2026, Program Studi D3 Analis Kesehatan Universitas Setia Budi terus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus mempersiapkan lulusan yang mampu berkontribusi dalam pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian penyakit tropis berbasis masyarakat. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen USB dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 yaitu Good Health and Well-Being dengan meningkatkan Kesehatan masyarakat dan kesejahteraan secara keseluruhan.
INDONESIA
ENGLISH