Dosen USB dan STEKOM Dampingi Peternak Boyolali Terapkan Biosekuriti Kandang


Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Setia Budi (USB) dan Universitas Sains dan Teknologi Komputer (STEKOM) menyerahkan seperangkat teknologi tepag guna (TTG) biosekuriti kandang dan aplikasi sistem informasi manajemen inventori kepada peternakan ayam petelur Berkah Tigan Farm, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 melalui program Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul “Optimalisasi Produksi Telur Ayam Petelur melalui Kandang Sehat dan Manajemen Inventori.”

Program ini diketuai oleh apt. Dian Marlina, S.Farm., M.Sc., M.Si., Ph.D dengan anggota tim Destik Wulandari, S.Pd., M.Si dari Universitas Setia Budi dan Haryo Kusumo, S.Kom., M.Si., M.Kom dari Universitas Sains dan Teknologi Komputer. Kolaborasi tersebut menggabungkan keahlian di bidang kesehatan, lingkungan kandang, serta manajemen dan teknologi informasi untuk memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan peternak.

Pelatihan biosekuriti menjadi salah satu fokus kegiatan karena kesehatan ayam merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi telur. Berdasarkan identifikasi kondisi mitra, terdapat risiko penyakit yang berkaitan dengan belum optimalnya pengendalian lalu lintas orang, peralatan, dan kendaraan di area peternakan.

Dalam pelatihan, mitra mendapatkan pemahaman mengenai prinsip biosekuriti, sanitasi kandang, pengendalian akses, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta penerapan desinfeksi. Tim juga memberikan pendampingan agar penerapan biosekuriti tidak hanya dipahami secara teori, tetapi dapat menjadi bagian dari prosedur rutin dalam aktivitas peternakan.

Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan teknologi yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat. “Program ini merupakan bagian dari hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek Tahun 2026. Kami ingin teknologi yang diterapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar digunakan oleh mitra. Karena itu, pendekatan yang kami gunakan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.

Salah satu teknologi tepat guna yang diterapkan adalah sistem bilik desinfeksi kendaraan pada akses keluar masuk area kandang. Teknologi ini dirancang untuk membantu proses sanitasi kendaraan sebelum keluar dan memasuki area peternakan, sehingga lalu lintas kendaraan dari lingkungan luar dan dalam dapat dikendalikan sebagai bagian dari sistem biosekuriti.

Selain penerapan teknologi, tim juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kandang dan mengendalikan berbagai sumber kontaminasi yang berpotensi membawa agen penyakit. Penerapan biosekuriti diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan kandang yang lebih sehat serta menekan risiko gangguan kesehatan pada ayam.

Sigit Handoko, pemilik Berkah Tigan Farm, menyambut baik kegiatan pendampingan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang diberikan tim membantu peternak memahami bahwa kebersihan dan pengendalian akses kandang merupakan bagian penting dari pengelolaan peternakan. “Kami mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai pentingnya biosekuriti, terutama bagaimana kendaraan dan aktivitas yang keluar-masuk peternakan dapat menjadi sumber risiko. Adanya teknologi desinfeksi ini juga membantu kami menerapkan pengendalian tersebut dengan lebih baik,” ungkap Sigit.

Selain biosekuriti, kegiatan pengabdian juga mencakup pelatihan sistem informasi manajemen inventori. Mitra diperkenalkan dengan aplikasi berbasis web mobile yang dikembangkan untuk membantu pengelolaan data peternakan, mulai dari pencatatan populasi ayam, produksi telur, persediaan pakan, penjualan, hingga laporan keuangan sederhana.

Pelatihan tersebut diarahkan agar mitra tidak hanya melakukan pencatatan, tetapi mampu memanfaatkan data yang tersedia untuk memantau kondisi usaha dan mendukung pengambilan keputusan. Dengan sistem pencatatan yang lebih terstruktur, pengelolaan persediaan pakan dan aktivitas produksi diharapkan menjadi lebih mudah dipantau.

Menurut Sigit, penggunaan sistem informasi juga memberikan pengalaman baru bagi pengelolaan peternakan. “Selama ini pencatatan data peternakan masih menjadi pekerjaan yang cukup merepotkan. Dengan adanya aplikasi, kami berharap data produksi dan persediaan bisa lebih mudah dicatat dan dipantau sehingga membantu kami dalam mengelola peternakan,” ujarnya.

Program pengabdian ini mengintegrasikan kandang sehat berbasis biosekuriti dan sistem informasi manajemen inventori sebagai teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Integrasi tersebut diarahkan untuk mendukung stabilitas produksi telur sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha peternakan.

Melalui program hibah Kemdiktisaintek Tahun 2026 ini, tim USB dan STEKOM berharap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan penerapan teknologi dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi mitra. Pada akhirnya, pengelolaan kandang yang lebih sehat dan manajemen usaha berbasis data diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha peternakan, stabilitas produksi telur, serta penguatan ketahanan pangan. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen USB dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well Being) melalui penerapan kandang yang lebih sehat, dan SDGs 8 yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatran efisiensi dan keberlanjutan usaha peternakan.