Program Studi S1 Farmasi,
Universitas Setia Budi (USB) menyelenggarakan kuliah tamu Pharmapreneur dengan
tema “Menguatkan Peran dalam Saintifikasi Jamu dan Mengatasi Rasa Takut Memulai
Bisnis“ di Ruang Kuliah A1 lantai 1, Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini diikuti
oleh mahasiswa S1 Farmasi semester 5 sebagai upaya
memperluas wawasan mahasiswa terkait pengembangan potensi jamu berbasis ilmiah
dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan di bidang farmasi. Hadir sebagai narasumber
yaitu apt. Saryanto S.Farm yang menyampaikan materi tentang Peran Farmasis
dalam Saintifikasi Jamu, dan apt. Suwardi, M.Farm dengan materi Resep Sukses
Mengatasi Rasa Takut Memulai Bisnis Farmasi.
Ketua Program Studi S1 Farmasi,
Dr. apt. Ika Purwidyaningrum, S.Farm., M.Sc. dalam sambutannya mengatakan bahwa
dosen memiliki peran sebagai orang tua sekaligus perpanjangan tangan orang tua
mahasiswa di lingkungan kampus. Oleh karena itu, ia berpesan agar mahasiswa
senantiasa menerapkan prinsip 4 J dalam kehidupan sehari-hari, yaitu menjaga hati,
menjaga pikiran, menjaga perkataan, dan menjaga perbuatan.
Menurutnya, menjaga hati dapat
dilakukan dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan sebagai landasan dalam
berperilaku. Sementara itu, mahasiswa juga perlu menjaga pikiran agar tidak
terjebak dalam kecemasan berlebihan atau overthinking. Mahasiswa, kata dia,
didorong untuk membiasakan menjaga perkataan dan perbuatan, termasuk ketika di
luar lingkungan kampus. Sebagai
mahasiswa setiap tindakan turut membawa nama baik institusi, sehingga mahasiswa
perlu menjaga sikap dan perbuatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Dekan Fakultas
Farmasi USB, Dr. apt. Iswandi, S.Si., M.Farm. dalam sambutannya menyampaikan
apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kuliah tamu yang menjadi bagian dari
upaya memperkaya wawasan mahasiswa. Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk
berpartisipasi aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-29
Universitas Setia Budi,
termasuk ikut menyukseskan rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-31 Fakultas
Farmasi, Universitas Setia Budi.
Melalui kuliah tamu Pharmapreneur
ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai peran
farmasis dalam pengembangan dan saintifikasi jamu, tetapi juga memiliki
keberanian untuk memulai usaha di bidang farmasi. Pengetahuan ilmiah,
kompetensi profesional, dan jiwa kewirausahaan menjadi bekal penting bagi calon
farmasis dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri
kesehatan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen USB dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pengetahuan mengenai perkembangan obat tradisional berbasis ilmiah, serta SDGs 4 yakni Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pembelajaran yang menghadirkan praktisi untuk memperkaya pengalaman akademik mahasiswa. Selain itu, materi kewirausahaan farmasi juga relevan dengan SDGs 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui dorongan untuk mengembangkan inovasi dan peluang usaha di sektor Kesehatan.
INDONESIA
ENGLISH