Lima Mahasiswa USB Perkuat Kompetensi Melalui Magang Industri Pupuk Organik untuk Dukung Program PMM di Donohudan


Upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang profesional tidak hanya membutuhkan sarana dan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki kompetensi. Berangkat dari semangat tersebut, lima mahasiswa Universitas Setia Budi (USB) Surakarta yang tergabung dalam Tim Program Pemberdayaan Masyarakat (PMM) mengikuti kegiatan magang industri di PT. Agrikencana Perkasa, perusahaan yang bergerak di bidang produksi pupuk organik, peternakan dan pertanian.

Kegiatan magang ini merupakan bagian dari strategi transfer pengetahuan (knowledge transfer) yang dirancang oleh Tim PMM Universitas Setia Budi agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai proses produksi pupuk organik sebelum mendampingi masyarakat dalam pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Selama kegiatan magang, para mahasiswa mempelajari secara komprehensif seluruh tahapan produksi pupuk organik, mulai dari pemilihan dan penyiapan bahan baku, formulasi dan pencampuran bahan, penggunaan bioaktivator, proses fermentasi, pengendalian kualitas, hingga pengemasan produk. Selain aspek teknis, mahasiswa juga dikenalkan dengan sistem manajemen produksi, pengendalian mutu, serta tata kelola usaha yang diterapkan di industri.

Ketua Program PMM Universitas Setia Budi, Bagus Ismail Adhi Wicaksana, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan magang ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memastikan teknologi yang akan diterapkan kepada masyarakat benar-benar berbasis praktik industri.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga menguasai praktik produksi pupuk organik secara langsung di industri. Pengetahuan tersebut nantinya akan diterapkan dalam pendampingan pengelolaan sampah organik di TPS3R Donohudan sehingga masyarakat dapat menghasilkan kompos dengan kualitas yang baik dan memiliki nilai ekonomi," ujarnya.

Menurutnya, TPS3R Donohudan yang saat ini sedang dirintis tidak hanya diarahkan sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi juga sebagai unit usaha produktif di bawah pengelolaan BUMDes Ngudi Mulyo. Oleh karena itu, penguasaan teknik produksi pupuk organik menjadi salah satu faktor penting untuk menghasilkan produk yang konsisten, berkualitas, dan siap dipasarkan.

Pimpinan PT. Agrikencana Perkasa, Priyo Djatmiko, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin dengan Universitas Setia Budi. Menurutnya, sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan lapangan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen transfer teknologi kepada masyarakat Desa Donohudan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat (PMM). Pengetahuan yang diperoleh selama berada di industri akan diterapkan dalam penyusunan sistem kerja TPS3R, pelatihan pengolahan sampah organik, pendampingan operasional, hingga pengembangan produk pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebun alpukat BUMDes maupun dipasarkan kepada masyarakat.

Program ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun sistem ekonomi sirkular berbasis desa. Melalui sinergi tersebut, Universitas Setia Budi berharap TPS3R Donohudan tidak hanya mampu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menghasilkan produk pupuk organik yang bernilai tambah, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGS) poin 12 yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung jawab (Responsible Consumption and Production) melalui pengelolaan sampah organik yang menjadi produk bermanfaat yang memiliki nilai ekonomi.