
Universitas Setia Budi (USB) melakukan Program Pengabdian kepada Masyarakat dengan skema Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) dengan tema “Inovasi Olahan Singkong: Teknologi Tepat Guna Produksi Mie dan Mocaf Protein Tinggi”. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini merupakan kolaborasi antara USB dengan Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang yang berfokus pada kegiatan pendampingan teknologi, pemberian peralatan produksi dan pembelajaran teknik produksi dan pemasaran tepung dan mie instant dari mocaf untuk meningkatkan nilai ekonomi singkong kepada Kelompok Tani Widodo Tani dan BUMDes Banjar Rejo, Desa Jumantoro, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar.
Tim Pengabdian Masyarakat diketuai oleh Dr. Supriyono ST., MT dari Program Studi Teknik Kimia USB, Dr. Alberta Rika Pratiwi MSi dari Program Studi S2 Teknologi Pangan Unika sebagai pemilik paten pembuatan mie, Dra. Peni Pujiastuti MSi dari Program Studi Analis Kimia USB dan Dr. Ak. Widi Haryanti S.E. MSi., C.A. dari Program Studi Akutansi USB sebagai anggota. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bersifat multi years yang direncanakan berjalan selama 3 tahun, dengan tahun 2026 sebagai tahun pertama pelaksanaan.
Rangkaian kegiatan pengabdian diawali dengan sosialiasi mengenai proses pembuatan mocaf, pembuatan mie kering dari singkong, higienitas dan sanitasi pangan, serta manfaat produk untuk mencegah stunting. Selanjutnya peserta mengikuti pelatihan praktik produksi, instalasi teknologi tepat guna, dan pendampingan pemasaran. Mahasiswa USB juga dilibatkan secara aktif dalam penyusunan modul, desain kemasan, pemasangan peralatan, analisis produk, hingga pendampingan pengurusan izin BPOM dan sertifikasi halal.

Supriyono menjelaskan bahwa teknologi yang diterapkan yaitu penggunaan mesin perajang singkong, tangki fermentasi, cabinet dryer, mesin penggiling, dan proses pengayakan untuk menghasilkan tepung mocaf berkualitas. Upaya membuat mie berprotein tinggi dilakukan dengan penambahan tepung daun kelor.
Lebih lanjut, dosen Teknik Kimia USB itu mengatakan bahwa mitra ditargetkan mampu memproduksi tepung mocaf hingga 250 kilogram perbulan dan mie kering tinggi protein sebanyak 150 kilogram perbulan. Selain itu, dilakukan pendampingan pemasaran dengan target peningkatan omzet Rp 90.000.000 per tahun. Mitra juga ditargetkan mampu membuka pasar baru melalui pameran, pemberian sampel ke instansi, dan titip jual di gerai-gerai.
“Melalui Program Pengabdian Masyarakat ini, keberlanjutan program dirancang dalam tiga tahap berjenjang: inisiasi (tahun pertama), konsolidasi dan ekspansi terbatas (tahun kedua), serta ekspansi dan standardisasi (tahun ketiga). Rencana ini menjamin peningkatan kapasitas teknis, manajerial, dan pemasaran mitra secara terukur, dengan tujuan akhir menciptakan usaha mandiri yang berdaya saing dan berkelanjutan pasca pendampingan,” ujar Supriyono.
Program Pengabdian Masyarakat ini sejalan dengan komitmen USB dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 1 yaitu Tanpa Kemiskinan melalui peningkatan pendapatan masyarakat, SDGs 2 yaitu Tanpa Kelaparan melalui pengembangan pangan lokal bergizi, SDGs 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas usaha masyarakat, dan SDGs 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastrukur melalui penerapan teknologi tepat guna.



INDONESIA
ENGLISH