Peringati Hari Aksi Iklim Internasional 2026, USB Bersama Mahasiswa Kosabangsa dan Pokdarwis Tomsu Gelar Aksi Penanaman Pohon di Tarubatang


Dalam rangka memperingati International Day of Climate Action atau Hari Aksi Iklim Internasional, Universitas Setia Budi bersama dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam Program Kosabangsa 2026 serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tomsu menggelar aksi penanaman pohon di Dusun Kalitengah, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan menghadapi dampak perubahan iklim. Dengan mengusung semangat “Satu Pohon Hari Ini, Harapan untuk Bumi Esok Hari”, kegiatan ini mengajak sivitas akademika dan masyarakat untuk berkontribusi secara langsung dalam menjaga lingkungan demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Aksi penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang diawali dengan sosialisasi dan persiapan pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 16.00–17.30 WIB. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 06.00–08.00 WIB di Dusun Kalitengah, Desa Tarubatang.

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa Program Kosabangsa, dan Pokdarwis Tomsu menunjukkan pentingnya sinergi perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga berkontribusi melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Desa Tarubatang yang berada di kawasan lereng Gunung Merbabu memiliki potensi alam yang perlu dijaga keberlanjutannya. Penanaman pohon di kawasan ini diharapkan dapat mendukung penghijauan, membantu menjaga kondisi tanah, meningkatkan daya dukung lingkungan, serta memperkuat kesadaran bersama terhadap pentingnya mitigasi risiko bencana lingkungan.

Selain memberikan manfaat ekologis, kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pengembangan kawasan agrowisata yang berwawasan lingkungan. Keterlibatan Pokdarwis Tomsu diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian alam sebagai salah satu aset penting bagi pengembangan wisata desa yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan nilai-nilai kepedulian lingkungan, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran kolaboratif yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Aksi penanaman pohon ini menegaskan bahwa upaya menjaga bumi dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama. Setiap pohon yang ditanam merupakan investasi ekologis jangka panjang yang membutuhkan komitmen untuk pemeliharaan dan keberlanjutan.

“Ayo Bergerak, Tanam Pohon, Selamatkan Bumi!” menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mengambil bagian dalam menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi dampak perubahan iklim, dan mewujudkan masa depan yang lebih hijau bagi generasi mendatang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari semangat Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Universitas Setia Budi dengan pendampingan Universitas Sebelas Maret. Program tersebut berfokus pada pemberdayaan masyarakat kawasan agrowisata yang tangguh bencana melalui optimalisasi potensi pertanian dan peternakan serta mitigasi longsor di Desa Tarubatang, Kabupaten Boyolali.

Kegiatan ini mendukung pencapain Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya, SDGs 13 yakni Penanganan Perubahan Iklim dengan mendorong aksi nyata dalam menghadapai dampak perubahan iklim. Kemudian SDGs 15 yaitu Ekosistem Daratan dengan mendukung penghijauan, pelestarian ekosistem, dan perlindungan lingkungan darat. Sejalan juga dengan SDGs 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan Masyarakat dalam mewujudkan Pembangunan berkelanjutan.

Program Kosabangsa 2026 didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Kemudian pengadaan bibit melalui pengajuan BPDASHL Solo Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebanyak 1000 bibit.