Fakultas Farmasi (FF), Universitas Setia Budi
(USB) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Preseptor/Pembimbing Praktik Kerja
Lapangan di Fakultas Farmasi, dengan tema “Memperkuat Kompetensi Preseptor
untuk Mewujudkan Pendidikan Farmasi yang Berkualitas dan Profesional” pada
Jumat dan Sabtu (30-31/10/2026) di Hotel Pose-In Surakarta. Kegiatan yang
berlangsung secara hybrid ini dihadiri oleh sejumlah apoteker dari berbagai
wahana praktik kefarmasian dan dosen pembimbing akademik yang terkait dengan
pelaksanaan PKPA.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya
meningkatkan kompetensi preseptor dalam melaksanakan pembimbingan, supervisi,
monitoring, coaching, dan evaluasi bagi mahasiswa PKL D3 Farmasi, D3 Anafarma
dan Profesi Apoteker USB. Pasalnya, preseptor memiliki peran strategis dalam
memberikan pengalaman belajar dan memahami praktik kefarmasian secara langsung,
termasuk memberikan keteladanan profesional dan memberikan evalusi terhadap
pencapaian kompetensi mahasiswa.
Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Farmasi USB, Dr. apt. Iswandi, M.Farm, dilanjutkan sambutan oleh Rektor USB, Dr. Ir. Djoni Tarigan, MBA. Selanjutnya pembukaan pelatihan sekaligus pemberian materi pertama oleh Ketua APTFI, Prof. Dr. apt. Yandi Syukri, M.Si. Ia menyampaikan materi tentang Pedagogik dalam Pendidikan Profesi dilanjutkan dengan pemberian studi kasus untuk didiskusikan bersama. Pemateri kedua yakni Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si dengan materi Peran Preseptor sebagai Role Model dan Educator, dan terakhir materi tentang Keterampilan Manajemen oleh Prof. Dr. apt. Satibi, M.Sc.
Sementara itu, pada hari kedua
pembahasan berfokus pada peran preseptor sebagai fasilitator dan evaluator, interprofesional
education and interprofesional collaboration, dan komunikasi
interpersonal serta manajemen konflik. Pada pelatihan ini, peserta membahas
studi kasus dan berbagi pengalaman sesuai bidang praktik masing-masing. Pemahaman peserta pelatihan ini juga diuji
melalui pre test dan post test.
Melalui pelatihan ini, Fakultas
Farmasi USB berharap preseptor tidak hanya unggul dalam kompetensi praktik
kefarmasian, tetapi juga mampu menjadi pendidik, mentor, coach, supervisor,
evaluator, dan role model profesional bagi mahasiswa. Selain itu, dengan adanya
sinergi antara insitusi pendidikan dan wahana praktik diharapkan pelaksanaan
PKL dapat berlangsung secara terstandar, terarah, aman, dan berorientasi pada
pencapaian kompetensi lulusan serta peningkatan mutu pelayanan kefarmasian.
Pelatihan preseptor yang diselenggarakan Fakultas Farmasi ini juga sejalan dengan komitmen USB dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 yakni Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi preseptor, kualitas pembelajaran praktik, dan standarisasi pembimbingan mahasiswa. Sejalan juga dengan SDGs poin 3 yaitu Good Health and Well being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan kompetensi pembimbing dalam menanamkan prinsip keselamatan pasien dan profesionalisme pelayanan kefarmasian. Terakhir sesuai dengan SDGs 17 yaitu Partnerships fot the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan berbagai wahana praktik kefarmasian.
INDONESIA
ENGLISH