Tingkatkan Budaya Keselamatan Kerja, Universitas Setia Budi Gelar Sosialisasi Dasar K3 dan Pelatihan Penggunaan APAR


Universitas Setia Budi (USB) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan kampus dengan menyelenggarakan Sosialisasi Dasar K3 dan Pelatihan Penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa ini diselenggarakan di lapangan volly USB pada Kamis (16/7/2026). Hadir sebagai narasumber yakni Dosen D4 Analis Kesehatan USB, Dr. Dian Kresnadipayana, S.Si., M.Si dan tim dari CV Cipta Bina Abadi, yang merupakan perusahaan di bidang alat proteksi kebakaran.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana sekaligus Koordinator K3 USB, Agus Susanto mengajak kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dasar K3 dan pelatihan penggunaan APAR dengan sungguh-sungguh.  Kegiatan tersebut, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan keterampilan dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran di lingkungan kampus.


Pada sesi pertama, Dr. Dian Kresnadipayana, S.Si., M.Si memberikan materi tentang dasar-dasar penerapan K3 di lingkungan kampus. Ia menyampaikan bahwa pedoman K3 USB telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor sejak 2025 dan menjadi landasan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh civitas akademika. Berbagai potensi bahaya, kata dia, dapat ditemui di lingkungan kampus mulai dari bahaya kebakaran, bahaya kimia, bahaya biologis, bahaya fisik, hingga kerusakan listrik. Menurutnya, seluruh civitas akademika USB perlu memahami potensi tersebut agar mampu melakukan upaya pencegahan sejak dini.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan berbagai fasilitas pendukung K3 yang telah tersedia di lingkungan USB antara lain APAR,  terminal darurat atau hidran, kotak P3K, dan titik kumpul darurat. Ketika ada laporan kecelakanan, kata dia, perlu melakukan lima penangan yang tepat, mulai dari mengamankan korban, membuat laporan awal, menjaga stabilitas medis dengan memberikan pertolongan pertama, mengevakuasi korban dan membuat administrasi pelaporan insiden.

Selain itu, keterampilan merespon cepat dalam menghadapi kecelakaan juga perlu dimiliki oleh semua civitas akademika USB.  Ia menegaskan bahwa budaya keselamatan kerja tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, melainkan komitmen seluruh civitas akademika USB. “Keselamatan individu itu adalah keselamatan kita bersama. Budaya K3 bukan sekedar mematuhi aturan, tetapi menjadi tanggungjawab kolektif yang harus diterapkan di setiap unit kerja maupun laboratorium,” tandanya.

Materi berikutnya disampaikan oleh perwakilan tim dari CV Cipta Bina Abadi, yakni Rudi Wahyudi. Ia memberikan pemahaman mengenai sistem proteksi kebakaran serta penggunaan APAR yang tepat. Kebakaran, kata dia, bisa terjadi kapan saja sehingga setiap orang harus mengetahui lokasi APAR serta memahami cara penggunaannya. “Kebakaran berpacu pada waktu. Terlambat 10 menit saja akan berpotensi menjadi api yang lebih besar, dan itulah penyebab kebakaran. Terlebih di kampus ini banyak sekali benda-benda yang mudah terbakar,” ucapnya.

Usai penyampaian materi, tim dari CV Cipta Bina Abadi melakukan simulasi penggunaan APAR yang benar mulai dari melepas pin pengaman, mengarahkan nozzle ke sumber api, hingga teknik penyemprotan yang efektif. Selanjutnya, peserta bergantian mempraktekan secara langgung memadamkan api menggunakan APAR.

Melalui Sosialisasi Dasar K3 dan Pelatihan Penggunaan APAR, USB menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kampus. Peningkatan pengetahuan serta keterampilan civitas akademika dalam menghadapi kondisi darurat diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar dan bekerja yang lebih aman, sehat, dan tanggap terhadap risiko. Upaya ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi USB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3 yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui terciptanya lingkungan kampus yang mengutamakan keselamatan bagi seluruh civitas akademika.