
Universitas Setia Budi (USB) Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa melalui Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KEMDIKTISAINTEK) tahun 2026. Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program, Tim PMM Universitas Setia Budi menggelar kegiatan koordinasi bersama Pemerintah Desa Donohudan, Tim Penggerak PKK Desa Donohudan, dan Pengurus BUMDes Ngudi Mulyo.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Donohudan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Donohudan, Rohmadi, bersama jajaran Tim Penggerak PKK Desa Donohudan serta Pengurus BUMDes Ngudi Mulyo. Dari Universitas Setia Budi hadir Ketua Tim Program PMM Bagus Ismail Adhi Wicaksana, S.T., M.T., didampingi anggota tim Dr. Dian Kresnadipayana, S.Si., M.Si. dan Dr. Didik Setyawan, S.E., M.M., M.Si.
Dalam kesempatan tersebut, Tim PMM memaparkan secara komprehensif roadmap pelaksanaan Program PMM yang akan dilaksanakan selama enam bulan. Program ini berfokus pada pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mendorong terbentuknya unit usaha desa yang produktif dan berkelanjutan.
Ketua Tim PMM, Bagus Ismail Adhi Wicaksana, menjelaskan bahwa program yang diusulkan tidak berhenti pada penyediaan sarana pengolahan sampah, tetapi dirancang secara sistematis dengan pendekatan keilmuan Teknik Industri sehingga memiliki tahapan implementasi yang jelas dan terukur.
"Kami ingin menghadirkan sebuah sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat. Oleh karena itu, seluruh proses dirancang mulai dari analisis kondisi eksisting, penyusunan sistem kerja, implementasi teknologi, penguatan manajemen, hingga pengembangan model bisnis agar TPS3R dapat dikelola secara mandiri oleh BUMDes," ujar Bagus.
Dalam pemaparannya, Tim PMM menjelaskan bahwa pelaksanaan program akan diawali dengan pemetaan kondisi eksisting dan analisis timbulan sampah, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan sistem pengelolaan sampah beserta Standar Operasional Prosedur (SOP). Tahapan berikutnya adalah penyediaan sarana dan uji coba operasional TPS3R, termasuk penggunaan mesin pencacah sampah organik, mesin pencampur kompos, serta fasilitas pengomposan.
Tidak hanya aspek teknis, program ini juga memberikan perhatian pada penguatan kapasitas manajemen BUMDes melalui pelatihan administrasi, pencatatan produksi, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan unit usaha. Selanjutnya, hasil pengolahan sampah organik berupa kompos akan diintegrasikan dengan unit usaha desa, khususnya untuk mendukung pengembangan Kebun Alpukat BUMDes Ngudi Mulyo, sehingga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk sekaligus menghasilkan nilai tambah ekonomi.
Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, Tim PMM juga memperkenalkan konsep pengembangan pemasaran kompos secara lebih luas. Ke depan, produk kompos hasil TPS3R diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal desa, tetapi juga dapat dipasarkan melalui berbagai saluran, baik secara offline melalui kios pertanian, koperasi, dan pameran, maupun secara online melalui marketplace dan media digital sehingga mampu memperluas jangkauan pasar.
Selain pengembangan unit usaha BUMDes, program ini juga melibatkan Tim Penggerak PKK Desa Donohudan sebagai mitra utama dalam membangun budaya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. PKK akan memperoleh pendampingan dalam pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta penguatan peran sebagai agen perubahan perilaku masyarakat menuju desa yang lebih bersih dan sehat.
Kepala Desa Donohudan, Rohmadi, menyambut baik rencana pelaksanaan Program PMM tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, PKK, dan BUMDes merupakan langkah strategis dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Melalui sinergi tersebut diharapkan Desa Donohudan mampu menjadi contoh pengelolaan sampah terpadu berbasis pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, teknologi, dan ekonomi. Dengan pendekatan yang sistematis, Program PMM Universitas Setia Budi diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya BUMDes Ngudi Mulyo sebagai pengelola utama TPS3R yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terwujudnya Desa Donohudan sebagai desa bersih, desa sehat, dan desa produktif.

INDONESIA
ENGLISH